DPUPKP Kabupaten Sleman Menerima Kunjungan Kerja dari DPRKPP Kabupaten Barito Utara

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka melaksanakan kaji tiru penataan kawasan kumuh di Kabupaten Sleman, Kamis (31/10/2019).

Yaser Arapat, ST, MT (Kepala DPRKPP Kabupaten Barito Utara) beserta rombongan disambut oleh Ir. R. Sapto Winarno, MT (Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman) didampingi Nuryanto, ST, MBA (Kepala Bidang Perumahan) beserta Muhamad Nurrochmawardi, ST, MM (Kepala Seksi Perumahan Formal). Dalam sambutannya, Ir. R. Sapto Winarno, MT menjelaskan bahwa Penanganan atau penataan kawasan kumuh Kabupaten Sleman merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Seksi Perumahan Formal. Selain itu juga memiliki kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rusunawa (rumah susun sederhana sewa), pembangunan sarana dan prasarana pemakaman, dan penataan kawasan Land Consolidation. Sedangkan Seksi Perumahan Swadaya memiliki kegiatan pembinaan dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu (Rumah Tidak Layak Huni) dan pembangunan sarana dan prasarana rumah akibat bencana alam/sosial.

Pada akhir tahun 2018, DPUPKP Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sayembara Desain Penataan Kawasan Kumuh Perkotaan di Kabupaten Sleman (Kalibuntung – Sinduadi) yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan independen. Pemerintah Kabupaten Sleman beserta Ikatan Arsitek Indonesia, pemerintah setempat dan peran aktif masyarakatnya berusaha mengembangkan Kalibuntung menjadi suatu kawasan yang menjadi ruang kegiatan masyarakat yang memiliki multi fungsi dan multi makna, bermanfaat bagi kehidupan sosial budaya ekonomi warga sekitarnya, dan menjadi sungai yang bersih indah lestari. Inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melibatkan komponen masyarakat yang berkompeten, dalam hal ini Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IAI DIY) untuk menyelenggarakan Sayembara tersebut.

Berdasarkan SK Bupati Sleman No. 14.31/Kep.KDH/A/2016 tentang Kawasan Permukiman Kumuh perkotaan telah ditetapkan 43 lokasi di 6 (enam) Kecamatan, yakni Depok, Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik, dan Godean. Hingga akhir tahun 2019 ini, 37 lokasi kawasan permukiman kumuh telah diintervensi, sedangkan 6 lokasi akan diintervensi pada tahun berikutnya. Pencapaian tersebut berdasarkan kolaborasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.


Foto Suasana Kunjungan Kerja DPRKPP Kabupaten Barito Utara

 

 

Bagikan Halaman / Postingan ini :