Sayembara Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman Berhadiah Rp 167,5 Juta

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menggelar Sayembara Desain Taman Budaya berskala nasional berhadiah total sebesar Rp 167,5 juta. Dalam sayembara tersebut, DPUPKP Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hasil desain dari pemenang juara pertama akan dipergunakan sebagai model dalam pembangunan Taman Budaya Kabupaten Sleman yang akan berdiri di lahan selulas 2,2 hektar dan terletak di Padukuhan Dukuh, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai dekat dengan ibukota kabupaten sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantoro menjelaskan dengan dibangunnya Taman Budaya yang representatif diharapkan dapat menampung aktivitas dan kreativitas pelaku seni dan budaya di Kabupaten Sleman. Selain itu, dengan adanya Taman Budaya yang terpadu dapat dijadikan sebagai tempat wisata edukasi dan promosi budaya.

“Taman Budaya menjadi pusat pelestarian, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan, sehingga berada pusat di Ibukota Sleman. Diharapkan nanti kerberadaannya dapat mendukung bagaimana ibukota kabupetan menjadi lebih hidup,” terang Aji yang juga menjadi salah satu dewan juri saat Penjelasan Sayembara Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan luring di Ruang Rapat 2C DPUPKP Kabupaten Sleman, Senin (22/02/2021).

Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman harus memenuhi kaidah-kaidah sebagai sebuah bangunan yang bernuansa Jawa khususnya Yogyakarta. Bangunan utama yang wajib dimiliki pada Taman Budaya Kabupaten Sleman yakni adanya pendopo. Untuk melengkapi suasana khas asli Jawa, di Taman Budaya Kabupatn Sleman ini nantinya juga mempertahankan keberadaan sawah di salah satu sudut bagiannya. Filosofi sawah ini diambil lantaran Kabupaten Sleman selama ini menjadi lumbung padi utama di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga diharapkan mampu terus mendukung penyediaan pangan bagi masyarakat.

Ketua Panitia Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman, Trisno Seputro menjelaskan dengan adanya sentuhan arsitek maka diharapkan Taman Budaya Sleman akan memiliki warna khas tersendiri. Tak hanya dari segi bangunannya saja, melainkan juga nilai-nilai seni maupun filosofi yang terkandung di dalamnya. Dalam desain harus ada pendopo dengan kapasitas 500 orang, tentu harus sesuai dengan khas Kabupaten Sleman baik dari bentuk bangunan maupun ornamen.

“Diharapkan desain taman budaya ini berbeda dengan taman budaya yang sudah ada. Taman Budaya ini akan sesuai dengan kedaerahan maupun regionalitas Kabupaten Sleman, baik dari ornamen maupun bentuk bangunannya,” ungkap Trisno yang juga Wakil Ketua III IAI DIY.

Trisno menargetkan sayembara akan diikuti lebih dari 150 peserta, baik dari perorangan maupun kelompok. Walaupun berskala nasional, tidak menutup kesempatan juga bagi peserta dari luar negeri untuk turut serta dalam ajang ini.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPUPKP Kabupaten Sleman, Tukir mengungkapkan pemenang sayembara akan diambil juara pertama, kedua, dan ketiga serta harapan satu dan harapan kedua. Hasil karya juara pertama dipergunakan sebagai model dalam pembangunan Taman Budaya Kabupaten Sleman, sedangkan juara lainnya sebagai pengkayaan desain tambahan.


Foto Suasana Penjelasan Sayembara Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman

 

 

Bagikan Halaman / Postingan ini :