Taman Budaya Sleman Usung Konsep Joglo

Sleman tak lama lagi bakal memiliki Taman Budaya sebagai ruang bagi masyarakat maupun seniman untuk berkreasi. Taman Budaya ini nantinya akan kental bernuansa Jawa dengan mengusung konsep Joglo sebagai bangunan utamanya. Yang membuat tempat ini makin unik, nantinya akan terdapat sawah di bagian dalam komplek sehingga menghadirkan suasana pedesaan khas Sleman.

Konsep tersebut terlihat dari desain nomor TBS-088 karya tim dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Tangerang Barat Banten dimana keluar sebagai pemenang dalam Sayembara Desain Taman Budaya Sleman. Tim ini berhasil unggul setelah menyisihkan 128 peserta lainnya dalam ajang sayembara yang memperebutkan hadiah total sebesar Rp 167,5 juta tersebut.

“Secara sepintas mempertahankan sawah dan bangunan lainnya serta adanya hubungan Keistimewaan Yogya. Maka bangunan Dalem Ageng, Joglo, Pendopo Pringgitan tetap ada, meskipun tidak secara vulgar,” kata Ketua IAI DIY, Ahmad Syaifuddin Muttaqin disela proses penjurian Sayembara Desain Tamana Budaya Sleman yang digelar di Smart Room Dinas Kominfo setempat, Rabu (21/04/2021).

Ia mengatakan sayembara bagi para arsitek di tanah air ini melalui berbagai tahapan yang sangat ketat. Dari 128 tim yang mendaftar, 62 diantaranya memasuki proses penjurian yang kemudian menyisakan 30 tim. Dari jumlah itu lalu dikerucutkan lagi menjadi 7 tim, kemudian pada babak akhir tinggal 5 tim tersisa hingga ditentukan 1 tim pemenang.

“Ini poin paling penting bahwa lahirnya karya arsitektur publik itu mestinya memang dilahirkan dari proses ideal yaitu melalui kompetisi desain. Kompetisi akan kuat, kompetisi harus diberi konsep yang ujungnya menginspirasi,” sambungnya.

Sayembara ini menurutnya suatu proses terbuka guna memperoleh desain terbaik untuk nantinya diterapakan dalam pembangunan Taman Budaya Sleman. Dengan demikian diharapkan konsep bangunan akan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat.

Bupati Sleman, Kustini berharap dengan adanya sayembara desain ini nantinya ada suatu hal yang berbeda dalam bangunan Taman Budaya. Ciri khas Jawa harus tetap ada sehingga masyarakat akan semakin mengerti dan lebih mencintai budaya sendiri.

“Kita melihat yang ada greget Yogya. Harapannya dengan adanya lomba ini akan menjadi duta yang dilaksanakan untuk Joglo tersebut,” tegas Kustini.

Juara I dalam ajang ini berhak meraih hadiah Rp 100 juta, Juara II Rp 25 juta, Juara III Rp 22,5 juta, Juara Harapan I dan II masing-masing Rp 10 juta. Bertindak sebagai juri yakni Ir Eko Agus Prawoto M Arch, Prof Ir Wiendu Nuryanti M Arch PhD, Dr Eng Ir Laretna Trisnantari Adishakti M Arch ketiganya dari IAI DIY, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara dan Kabid Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan Nugroho Wahyu Winarna.

Taman Budaya akan berdiri pada lahan selulas 2,2 hektar yang terletak di Dukuh Pandowoharjo Sleman. Pembangunan Taman Budaya Sleman bakal direalisasikan antara tahun 2022-2023, rencana angaran yang diajukan dalam pembangunan ini sebesar Rp 140 miliar bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).

Sumber: https://www.krjogja.com/berita-2/taman-budaya-sleman-usung-konsep-joglo


Gambar Desain Nomor TBS-088 Pemenang Sayembara Taman Budaya Sleman (Instagram: @iai_diy)

 

Bagikan Halaman / Postingan ini :